Pencarian

Pola Pertumbuhan Bayi yang Sehat: Bukan Sekadar Gemuk, Ini Kata Dokter

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 06:02:00 WIB
Pola Pertumbuhan Bayi yang Sehat: Bukan Sekadar Gemuk, Ini Kata Dokter
Dokter spesialis anak menekankan bahwa grafik pertumbuhan yang stabil di buku KIA menjadi indikator utama kesehatan bayi, bukan sekadar ukuran tubuh.

NUSAPERDANA.COM — Menjadi ibu baru, komentar soal berat badan bayi memang kerap datang dari berbagai arah. "Wah, gemuk sekali bayinya, pasti sehat!" atau sebaliknya, "Kok kurus, kurang ASI ya?" Padahal, ukuran gemuk atau kurus bukanlah indikator tunggal kesehatan bayi. Dokter Spesialis Anak, dr. Hans Natanael, Sp.A, BCCS, CIMI, CBATR, C.HydroT., melalui akun Instagram pribadinya @drhans_spesialisanak, memberikan pencerahan penting mengenai hal ini.

Apa Arti Pola Pertumbuhan yang Sehat?

Menurut dr. Hans, kunci utama menilai kesehatan bayi adalah dengan melihat grafik pertumbuhannya secara berkala. Bukan sekadar membandingkan dengan bayi lain yang seusia. Yang terpenting adalah bagaimana berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala bayi mengikuti kurva pertumbuhan yang stabil dan konsisten di buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).

Bayi dikatakan sehat jika grafik pertumbuhannya terus naik mengikuti garis pita hijau atau zona normal. Kenaikan yang stabil setiap bulannya, meski tidak drastis, adalah sinyal bahwa asupan nutrisi dan tumbuh kembangnya berjalan baik.

Gemuk Bukan Jaminan Sehat, Ini yang Perlu Ibu Perhatikan

Persepsi "gemuk = sehat" perlu diluruskan. Berat badan berlebih pada bayi juga bisa menjadi tanda awal risiko obesitas di kemudian hari. Sebaliknya, bayi dengan berat badan ideal namun grafik pertumbuhannya naik stabil, justru menunjukkan kondisi yang jauh lebih sehat.

Fokus utama bukanlah mengejar badan yang berisi, melainkan memastikan setiap tahapan perkembangan tercapai. Mulai dari kemampuan tengkurap, duduk, hingga merangkak, semua harus sesuai dengan usianya. Nutrisi yang seimbang, bukan sekadar banyak, menjadi fondasi utama pertumbuhan yang optimal.

Kapan Ibu Harus Khawatir dan Konsultasi ke Dokter?

Tidak semua kenaikan berat badan yang lambat adalah masalah serius. Namun, ada beberapa kondisi yang perlu diwaspadai dan segera dikonsultasikan ke dokter anak. Jika grafik pertumbuhan bayi mendatar atau bahkan menurun, ini adalah tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.

Selain itu, perhatikan juga tanda-tanda lain seperti bayi yang tampak lemas, tidak responsif, atau frekuensi buang air kecilnya berkurang. Kondisi ini bisa menjadi indikasi dehidrasi atau masalah penyerapan nutrisi yang memerlukan penanganan medis segera.

Daripada fokus pada penampilan fisik, ibu sebaiknya rajin menimbang bayi setiap bulan di posyandu atau fasilitas kesehatan terdekat. Dengan begitu, setiap perubahan kecil pada pola pertumbuhan bisa terpantau sejak dini. Konsultasikan selalu dengan tenaga kesehatan profesional untuk mendapatkan panduan yang paling tepat sesuai kondisi anak.

Sumber: popmama.com

Follow health.nusaperdana.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks