Pencarian

I-EU CEPA Resmi Disiapkan, Sawit Indonesia Incar Tarif Nol Persen ke Pasar 450 Juta Konsumen Eropa

Senin, 24 Agustus 2026 • 09:16:02 WIB
I-EU CEPA Resmi Disiapkan, Sawit Indonesia Incar Tarif Nol Persen ke Pasar 450 Juta Konsumen Eropa
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin Dialog Persiapan Implementasi I-EU CEPA di Jakarta, Jumat (21/8).

JAKARTA — Pemerintah Indonesia mulai menuntaskan berbagai persiapan teknis dan hukum jelang pemberlakuan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA). Perjanjian dagang komprehensif ini dinilai menjadi salah satu yang paling menguntungkan bagi produk nasional, terutama komoditas sawit.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan koordinasi lintas kementerian dan lembaga tengah dipercepat. Persiapan yang berjalan mencakup penyelesaian dokumen ratifikasi, penyelarasan regulasi domestik, hingga kesiapan teknis implementasi di lapangan.

Tarif Nol Persen untuk Sawit dan Produk Turunannya

Salah satu poin krusial dalam perjanjian ini adalah liberalisasi tarif yang mencakup sekitar 98 persen pos tarif dari kedua pihak. Angka tersebut setara dengan 99,5 persen dari total nilai impor yang diperdagangkan.

Bagi Indonesia, ketentuan ini membuka peluang besar bagi minyak sawit dan produk turunannya. Selain sawit, komoditas tekstil, alas kaki, dan produk karet juga akan menikmati tarif nol persen sejak perjanjian mulai berlaku.

Budi Santoso menilai tingkat komitmen tarif dalam I-EU CEPA menjadi salah satu yang tertinggi yang pernah diperoleh Indonesia dalam sebuah perjanjian perdagangan.

Akses ke Pasar dengan PDB USD 22 Triliun

Perjanjian ini tidak hanya membuka keran perdagangan barang. Cakupannya meluas hingga akses pasar jasa, investasi, digitalisasi perdagangan, percepatan prosedur kepabeanan, hingga kerja sama standardisasi dan isu sanitari.

Pelaku usaha nasional akan mendapatkan akses ke pasar Uni Eropa yang mencakup sekitar 450 juta konsumen. Nilai produk domestik bruto gabungan kawasan tersebut mencapai sekitar USD 22 triliun.

Di sisi lain, sejumlah produk unggulan Eropa juga mendapat fasilitas serupa ketika masuk ke Indonesia. Beberapa di antaranya bubur kayu, pesawat udara dan komponennya, kereta api, serta pupuk.

Dialog Persiapan Digelar, Dubes Eropa Hadir

Optimisme implementasi perjanjian ini mengemuka dalam Dialog Persiapan Implementasi I-EU CEPA di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (21/8). Pertemuan tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Dialog itu turut dihadiri perwakilan kementerian dan lembaga serta duta besar negara-negara anggota Uni Eropa. Kehadiran para diplomat tersebut menjadi sinyal kuat komitmen kedua pihak untuk merealisasikan perjanjian.

“Saat ini, kami sedang bekerja lintas kementerian untuk menyelesaikan proses penyusunan dokumen hukum serta berbagai aspek teknis lainnya dalam mempersiapkan implementasi I-EU CEPA,” ujar Budi Santoso dalam keterangan resmi, Senin (24/8/2026).

Kunci Sukses: Kolaborasi Pemerintah dan Asosiasi

Mendag menekankan pentingnya keterlibatan asosiasi dan pelaku usaha sejak tahap persiapan. Menurutnya, komunikasi antara pemerintah, dunia usaha Indonesia, dan mitra bisnis di Uni Eropa menjadi kunci agar peluang yang tersedia tidak berhenti sebatas kesepakatan di atas kertas.

“Kami terus berkolaborasi dengan asosiasi serta mendorong komunikasi antara perusahaan Indonesia dan Uni Eropa. Hal ini akan menjadi sangat penting ketika perjanjian sudah diimplementasikan,” katanya.

Pemerintah berkomitmen mempersiapkan implementasi perjanjian tersebut secara optimal. Targetnya, manfaat dari perjanjian ini dapat dirasakan secara luas oleh dunia usaha dan perekonomian nasional.

Sumber: infosawit.com

Follow health.nusaperdana.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks